DAY TWO IN BALI
DAY TWO IN BALI
- Bali Bintang Rafting
Kita menginap di salah satu hotel di ubud yaitu the Evitel hotel setelah morning exercise kita melakukan perjalanan ke Bali Bintang Rafting untuk melakukan rafting sebelum rafting kita di berikan instruksi kepada pemandu di sana bagaimana tata caranya sehabis itu kita di jemput menggunakan mobil untuk ke lokasi rafting. Sesampai di sana kita menuruni anak tangga lalu sampai di sungai dan melakukan rafting.
Kurang lebih 2 jam lamanya menyesuri sungai menikmati air terjun dan pemandangan indah kita lunch di Bali Bintang Rafting juga.
Penerapan CHSE di sana cukup baik mewajibkan mencuci tangan
2. Puri Ubud
Sehabis lunch DTW selanjutnya yang di datangi yaitu Puri Ubud atau Puri Saren Ubud,puri merupakan tempat ibadah sekaligus tempat tinggal masyarakat yang memili kasta tertinggi atau keluarga kerajaan. Puri Saren Agung terletak di pusat pariwisata kota Ubud, kabupaten Gianyar. Pusat pariwisata ini memang selalu ramai, selain istana atau bangunan puri, berbagai hal menarik bisa anda temukan di sini, seperti ada pasar seni, tempat rekreasi hutan monyet, berbagai museum dan galeri seni yang bisa dijangkau dengan hanya berjalan kaki. Puri Saren Agung juga sebagai tempat pelestarian budaya tradisional, mengembangkan dan melindungi berbagai seni dan sastra Bali. Pada masanya, penguasa Puri Ubud yang cukup terkenal adalah pada masa pemerintahan Tjokorda Gde Agung Sukawati, beliau memiliki pandangan jauh kedepan, beliau juga pecinta seni, bahkan beliau memberikan sebidang tanah pada pelukis berdarah Spanyol yang bernama Antonio Blanco yang sekarang berdiri sebuah museum seni lukis dengan nama museum Blanco.
Penerapan CHSE sebelum memasuki Puri Ubud yaitu harus mencuci tangan
3. Pura Saraswati
Setelah mengunjungi puri ubud, kami mengunjungi pura saraswati dengan berjalan kaki dikarenakan jaraknya yang sangat dekat. Lokasi pura Saraswati Ubud berada di Jalan Kajeng, Ubud. Lokasi pura berdekatan dengan Lotus Cafe dan Starbuck. Pembangunan pura Saraswati atas perintah dari Pangeran Ubud Cokorda Gede Agung Sukawati. Bapak I Gusti Nyoman Lempad adalah seorang seniman patung dan arsitek. Pada tahu 1951 dimulai pembangunan Pura Taman Saraswati dan pembangunan selesai pada tahun 1952. Sesuai dengan namanya Pura Saraswati diperuntukan untuk pemujaan Dewi Saraswati, dewi dalam agama Hindu untuk ilmu pengetahuan.
4. Tegalalang Rice terace
Selanjutnya kita melanjutkan perjalanan yaitu Tegalalang ini merupakan hamparan sawah yang bertingkat - tingkat lalu di sini menyediakan wahana ayunan tinggi tetapi waktu kita kesana sayangnya wahana tersebut tutup karena pandemi covid - 19
Penerapan CHSE di sana kurang tidak ada rambu tentang protocol kesehatan
Selanjutnya kami melakukan perjalanan ke Air Terjun Tegenungan di sana kami kembali menuruni anak tangga sebelum sampai ke air terjun,sesampainya di sana kita di larang berenang dikarenang arus yang deras tetapi tak mengapa sembari menuruni anak tangga kita menikmati pemandangan yang indah,dan juga di sana terdalam kolam suci banyak pengunjung yang mandi di sana.
Penerapan CHSE di sana juga masih kurang hanya ada tempat cuci tangan walaupun kurang terawat
6. Pura Luhur Tanah Lot
Kami melakukan perjalanan kembali ke Pura Luhur Tanah lot di sana kita menumpuh perjalanan kurang lebih 1 jam ke Tanah Lot di sana sebelum memasuki tanah lot di sepanjang jalan banyak pedangang kaki lima dan memasukinya mata tertuju dengan bangunan yang indah,begitupun dengan pantainya karena terkena erosi jadi ada bebatuan karang yang terisi air dan di dalamnya terdapat ikan" kecil dan sunggu itu sangat indah
Penerapan CHSE sebelum masuk Tanah Lot kita haru mencuci tangan dan pengukuran suhu
Selanjutnya kami menuju ke tempat makan Nasi Ayam Tempong Bu Indra di sini sangat ramai di kunjungi pengunjung dan yah kami bertemu dengan salah satu seleb tiktok juga di sana makanan yang di sediakan pun sangat lezat
Penerapan CHSE di sana cukup baik kita harus mencuci tangan
Sehabis diner kita melanjutkan perjalanan ke hotel J4 untuk beristirahat.







Komentar
Posting Komentar